LAPORAN PRAKTIKUM ILMU TANAH HUTAN
MORFOLOGI TANAH
Tujuan
- Agar mahasiswa dapat mendiskripsikan perbedaan sifat-sifat tanah dari satuan lahan yang berbeda.
- Agar mahasiswa dapat menguji sifat-sifat tanah dan ciri spesifik suatu bentangan lahan.
- Agar mahasiswa dapat mengetahui pengaruh faktor lingkungan terhadap pembentukan tanah.
- Agar mahasiswa dapat mengetahui sifat dan tanda-tanda khusus suatu jenis tanah di lapangan.
Dasar Teori
Tanah adalah material yang tidak padat yang terletak di permukaan bumi, sebagai media untuk menumbuhkan tanaman. Seorang ahli tanah menganggap tanah sebagai tubuh alam yang berdimensi dalam dan luas. Ia juga memandang tanah sebagai hasil kerja gaya-gaya pembangunan dan penghancur. Pelapukan bahan organic merupakan kejadian destruktif, sedangkan pembentukan mineral baru sepetii liat, dan perkembangan suatu horizon merupakan kejadian sintetik (Soepardi, 1983).
Pengkajian tubuh tanah selaku alam yang bebas dengan selalu memperhatikan hubungan antar laksana-laksana dan sifat-sifat yang teramati memungkinkan penyelesaian di lapangan terhadap banyak masalah pedogenesa, klasifikasi, penafsiran dan pemanfaatan tanah. Pengamatan mendalam di lapangan mengungkapkan banyak fakta yang sering tidak dapat disidik di laboratorium. Data pengamatan di lapangan pada umumnya menunjukkan kualitatif dan bersifat subyektif sehingga kualitas data sangat ditentukan oleh kemampuan penyigi (surveyor). Pengamatan lapangan menyajikan informasi langsung tentang sifat-sifat dimensional seperti ketebalan solum, jeluk perakaran, ketebalan horison, struktur tanah, distribusi batu-batu dan perakaran, konsistensi dan sebagainya. Analisis sampel tanah di laboratorium umumya menghasilkan data kuantitatif misalnya data pH, tekstur, KPK, kandungan mineral dan sebagainya (Agus.dkk, 2015).
Tanah membentuk lingkungan untuk sistem perakaran yang rumit pada tumbuhan dan bagian bawah tanah lainnya. Seperti rhizome, subang dan umbi lapis maupun untuk sejumlah jasad tanah. Karena itu penting untuk memahami bagaimana lingkungan yang rumit itu dapat beragam dan bagaimana menyediakan medium untuk pertumbuhan akar tumbuhan dan tempat untuk bertaut. Tanah juga secara terus-menerus menyediakan air dan garam mineral. Dapat berdiri tegaknya pohon diatas tanah merupakan masalah yang peka, bebrapa jenis pohon tidak dapat tumbuh pada jenis tanah tertentu. Jumlah air dan oksigen yang tersedia pada tanah tertentu tergantung pada ruang diantara butiran tanah. Keadaan ini dapat dipahami dengan lebih baik dalam kajian mengenai bagaimana tanah itu terbentuk (Ewusia, 1990).
Alat dan Bahan
- Tes kit tanah lengkap.
- Lembar pengamatan profil.
- Alat tulis.
- Profil tanah sepanjang Yogyakarta-Baron : Regosol di Piyungan, Latosol di Patuk, Rendzina di tepi Sungai Oya, Grumusol di Gading, mediteran di Semanu, Lithosol di Tepus.
Cara Kerja
- Memilih tempat yang tidak tergenang air, datar dan mewakili tempat sekitarnya.
- Menggali lubang untuk profil tanah dengan dinding di sebelah selatan, ukuran panjang 1,5 m, lebar 1 m dan kedalaman 1 m. Tempat untuk mengamati dibuatkan lubang bertangga. Profil tanah juga dapat dibuat pada tebing yang dibuat tegak lurus.
- Mencatat ciri-ciri morfologi di permukaan tanah sesuai dengan formulir pelukisan profil.
- Menandai perlapisan yang ada dengan garis yang tegas.
- Mencatat ciri-ciri dakhil perlapisan sesuai dengan formulir yang ada.
- Mengambil contoh tanah tiap lapisan dalam plastik yang beritiket : Kode tempat, kode tanah, nomor lapisan, dan ciri-ciri istimewa lainnya.
Daftar Pustaka
Agus, Cahyono. Haryono Supriyo. dan Daryono Prehaten. 2015. Petunjuk Praktikum Ilmu Tanah Hutan. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta
Ewusia, Yanney. 1990. Pengantar Ekologi Tropika. ITB. Bandung
Supardi, Goeswono.1983. Sifat dan Ciri Tanah. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Laporan Praktikum Ilmu Tanah Hutan Morfologi Tanah
4/
5
Oleh
Sang Kualita
Tambahkan Komentar Anda Untuk Meningkatkan Kualita Blog Ini Dengan Cara : Tidak Spam dan Berkatalah yang Sepantasnya.