Wednesday, March 9, 2016

Laporan Praktikum Ilmu Tanah Hutan Tekstur Tanah

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU TANAH HUTAN
TEKSTUR TANAH


Tujuan

  1. Agar mahasiswa dapat membandingkan masing-masing metode penentuan kelas tekstur tanah.
  2. Agar mahasiswa dapat menjelaskan keuntungan dan kerugian masing-masing metode.
  3. Agar mahasiswa dapat membandingkan kelas tekstur 6 contoh tanah.
  4. Agar mahasiswa dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab perbedaan kadar fraksi tanah dan kelas tekstur tanah.
  5. Agar mahasiswa dapat menjelaskan pengaruih kelas tekstur tanah terhadap sifat-sifat tanah yang lain.


Dasar Teori

Tekstur tanah adalah perbandingan nisbi dari berbagai fraksi ukuran butir utama di dalam tanah (Kohke, 1968). Batasan ukuran butir fraksi tanah antara lain (USDA) :
Fraksi                                           Diameter (mm)
Pasir sangat kasar                          2,0 – 1,0
Pasir kasar                                     1,0 – 0,5
Pasir biasa                                     0,0 – 0,25
Pasir halus                                     0,25 – 0,10
Pasir sangat halus                         0,10 – 0,05
Debu                                             0,05 – 0,002
Lempung                                       kurang dari 0,002

Fraksi berdiameter 2,0 atau lebih dimasukkan sebagai fragmen batuan, khusus 2 mm – 2,5 cm termasuk fragmen kasar (coarse fragment). Tekstur merupakan sifat tanah relatif tidak berubah dibandingkan sifat tanah lainnya. Tekstur tanah menentukan tata air dalam tanah, berupa kecepatan infiltrasi, penetrasi dan kemampuan pengikatan air oleh tanah (Darmawijaya, 1980). Tekstur tanah mempunyai hubungan erat dengan konsistensi dan struktur tanah. Penggolongan tekstur tanah didasarkan pada perbandingan kandungan lempung, debu dan pasir yang menyusun tanah. Namun klas tekstur tanah pada umumnya diambil dari fraksi tanah yang merajai. Dari segi pedologi, tekstur tanah sangat berguna dalam menjelaskan perkembangan tanah misalnya eluviasi dan illuviasi (Agus. dkk, 2015).

Dalam klasifikasi tanah (taksonomi tanah) tingkat famili, kasar halusnya tanah ditunjukkan dalam sebaran besar butir (particle size distribution) yang merupakan penyederhanaan dari kelas tekstur tanah (yang diatas) dengan memperhatikan pula fraksi tanah yang lebih kasar dari pasir (> 2 mm). Sebaran besar butir  untuk fraksi kurang dari 2 mm meliputi : berpasir, berlempung kasar, berlempung halus, berdebu kasar, berdebu halus, berliat halus, berliat sangat halus. Bila fraksi halus (kurang dari 2 mm) sedikit sekali dan tanah terdiri dari kerikil, batu-batu dan lain-lain disebut fragmental. Bila tanah halus termasuk kelas berpasir, berlempeng atau berliat tetapi mengandung 35% atau lebih (volume) bahan kasar (kerikil, batu-batu) maka sebaran besar butirnya disebut berpasir skeletal, berlempung skeletal, dan berliat skeletal (Hardjowigeno, 1987).

Tekstur tanah menunjukan kasar atau halusnya suatu tanah.  Hal ini dapat dilihat bahwa makin kecil ukuran separat berarti makin banyak jumlah dan makin luas permukaannya per satuan bobot tanah, yang menunjukkan makin padatnya partikel-partikel per satuan volume tanah. Hal ini berarti makin banyak ukuran pori mikro yang terbentuk, sebaliknya jika ukuran separat makin besar (Hanfiah, 2010).


Alat dan Bahan

  1. Contoh tanah Grumusol, Regosol, Mediteran, Latosol, Gambut dan Rendzina.
  2. Aquades
  3. Tabel tekstur dan segitiga kelas tekstur USDA.

Cara Kerja


Penetapan agak detail kelas tekstur dengan metode perabaan dan gejala konsistensi

  • Mengambil sebongkah contoh tanah kering, raba dan rasakan sambil diusap-usapkan di antara ibu jari dan jari telunjuk.
  • Mengulangi langkah a dengan tanah pada kondisi lembab dan basah (dapat dengan diberi air secukupnya). Mencatat fraksi dan gejala-gejalanya


Macam Fraksi
Gejala
-          Pasir
-          Debu
-          Lempung
-          Di jari terasa keras, tajam dan kasar.
-          Pada waktu kering terasa seperti talk/ bedak.
-          Waktu kering menepung.
-          Waktu basah melekat di jari dan liat.
  • Penetapan kelas tekstur agak detail berdasarkan gejala konsistensi dan rasa perabaan adalah sebagai berikut  :


Kelas tekstur tanah
Penciri
Pasir
Galir dan berwujud butir tunggal yang segera dapat dikenali atau dipisahkan.
Perepihan massa tanah dalam keadaan kering menyebabkan pisahan pasir ini mudah runtuh dan jika direpih dalam keadaan lembab merangsang terbentuknya paduan lemah yang bila dikenai sentuhan ringan akan tercerai berai
Geluh pasiran
Massa tanah banyak mengandung pisahan pasir tetapi kandungan lempungnya masih cukup untuk memberi sensasi kelekatan.
Butir tunggul pisahan pasir cepat dikenali dan dipisahkan dengan cepat
Perepihan dalam keadaan lembab akan merangsang terbentuknya paduan tanpa menunjukkan keretakan  kecuali jika dikenai tekanan
Geluh
Massa tanah mengandung campuran pisahan pasir, debu dan lempung dengan mutu berbeda, memberi rasa agak kasar, cukup halus dan agak plastis
Perepihan dalam kondisi kering akan merangsang terbentuknya paduan cukup mantap dan jika diuli tidak menyebabkan kehancuran

Geluh debuan
Massa tanah mengandung pisahan pasir bermutu halus dalam jumlah cukup dan sejumlah kecil pisahan lempung berukuran medium
Jika kering tampak menggumpal dan gumpalan ini mudah remuk. Remukan tersa gembur dan lembut seperti tepung. Jika basah akan segera melumpur dan mengalir.
Jika kering atau lembab dapat membentuk paduan yang dapat diuli leluasa tanpa menyebabkan remuk tetapi peremasan dalam keadaan basah memungkinkan pembentukan pita-pita tanah tidak terputus
Geluh lempungan
Massa tanah kering akan keras jika hancur membentuk bongkah atau gumpal
Pengulian dalam keadaan lembab menghasilkan pita tanah mudah hancur dan dalam keadaan basah akan plastis membentuk padua mantap yang jika ditekan cenderung membentuk padat
Lempung
Massa tanah kering membentuk bongkah atau gumpal sangat keras.
Pengulian dalam keadaan lembab akan membentuk pita tanah lentur dan panjang dan jika basah agak plastis dan lekat

Penetapan detail kelas tekstur dengan metode gejala konsistensi dan rasa perabaan.

  • Mengambil segenggam tanah dan kerjakan menurut bagan alir (Lihat Gambar)
  • Setelah kelas tekstur masing-masing tersidik, perincian tanah selanjutnya yang memerlukan angka kadar lempung menggunakan harga tengah kadar lempung kelas tekstur bersangkutan menurut diagram segitiga tekstur USDA (dengan cara ini tekstur terpilahkan menurut kedua belas tekstur USDA).


Tekstur
Kadar Lempung
-          Lempung
- Lempung lumrah
- Lempung berat
-          Lempung pasiran, Lempung debuan
-          Geluh lempungan, Geluh lempung debuan.
-          Geluh lempung pasiran
-          Geluh
-          Geluh debuan
-          Geluh pasiran
-          Pasir geluhan, pasir, debu.
70 % (dapat dipilahkan :
50 % dan
80 %
45 %
35 %
25 %
20 %
15 %
10 %
5 %


Daftar Pustaka

Hanafiah, Kemas Ali. 2010. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Hardjowigeno, Sarwono. 1992. Ilmu Tanah Edisi Revisi. PT. Medyantama Sarana Perkasa. Jakarta.
Agus, Cahyono. 2015. Petunjuk Praktikum Ilmu Tanah Hutan. Fakultas Kehutanan. Yogyakarta



Artikel Terkait

Laporan Praktikum Ilmu Tanah Hutan Tekstur Tanah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Tambahkan Komentar Anda Untuk Meningkatkan Kualita Blog Ini Dengan Cara : Tidak Spam dan Berkatalah yang Sepantasnya.