Wednesday, March 9, 2016

Laporan Praktikum Ilmu Tanah Hutan Reaksi Tanah

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU TANAH HUTAN
REAKSI TANAH


Tujuan

  1. Agar mahasiswa dapat membandingkan masing-masing metode penentuan pH tanah.
  2. Agar mahasiswa dapat menyebutkan keuntungan dan kerugian penentuan pH tanah pada masing-masing metode.
  3. Agar mahasiswa dapat membandingkan nilai pH masing-masing contoh tanah.
  4. Agar mahasiswa dapat menentukan faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan nilai pH tanah pada 6 contoh tanah yang digunakan..
  5. Agar mahasiswa dapat meramalkan pengaruh yang mungkin terjadi pada nilai pH 6 contoh yang digunakan.
  6. Agar mahasiswa dapat mengetahui upaya yang mungkin dilaksanakan untuk mencapai pH netral dan optimal bagi pertumbuhan tanaman.


Dasar Teori

Reaksi tanah menunjukkan reaksi asam dan basa/alkali di dalam tanah. Reaksi tanah tersebut akan mempengaruhi proses-proses dalam tanah seperti laju dekomposisi bahan organik, mineral, pembentukan mineral lempung dan secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman lewat pengaruhnya terhadap ketersediaan unsur hara. Suatu tanah dapat bereaksi asam atau alkalis tergantung pada konsentrasi ion H+ dan ion OH- . Sorensen (1990) dalam Tan (1982) mengatakan bahwa pH ditakrifkan sebagai nilai logaritma negatif dari konsentrasi ion H+. Secara kimia murni nilai pH 7 disebut netral, pH dibawah 7 disebut asam dan diatas 7 disebut basa/alkalis. Didalam kimia tanah yang disebut netral bukan nilai pH 7 seperti yang disebut diatas, namun dikaitkan dengan ketersediaan hara bagi tanaman. Kondisi keharaan baik berada pada pH sekitar 6,5. Nilai pH 7 belum tentu bersifat optimum bagi tanaman bila ditinjau dari segi keharaan (Notohadiprawiro, 1983). Ketepatan pengukuran pH tanah dipengaruhi oleh jenis larutan yang digunakan, perbandingan antara tanah dengan air dan alat yang digunakan (Agus. dkk, 2015).

Pengukuran pH tanah di lapangan dengan prinsip kalori meter dengan menggunakan indicator (larutan, kertas lakmus), yang menunjukkan warna tertentu pada pH berbeda. Kesalahan pengukuran dapat terjadi antara 0,1 – 0,5 unit pH atau bahkan lebih besar karena pengaruh pengenceran dan faktor-faktor lain. Untuk mengukur pH basa kuat di lapangan, indikator fenolptalin yang tidak berwarna sangat bermanfaat karena akan berubah menjadi ungu sampai merah pada pH 8,3 – 10. Kondisi yang sama pada pengukuran pH di lapangan pada kondisi luar biasa asam dihunakan indikator Brom Cresol Green (0,1 gram dilarutkan pada 250 ml 0,006N NaOH) yang berubah dari hijau sampai kuning pada pH 5,3 dan yang lebih rendah dari pada 3,8. Untuk mengetahui pH tanah di lapangan, secara umum dapat digunakan indikator universal / campuran (Mohr, 1972).

Faktor-faktor lain yang kadangkala mempengaruhi pH tanah terutama didaerah industri, antara lain adalah sulfur yang merupakan hasil sampingan dari industri gas, yang jika bereaksi dengan air akan menghasilkan asam sulfur, dan asam nitrit yang secara alami merupakan komponen renik dari air hujan. Hujan asam juga terjadi sebagai akibat meningkatnya penggunaan dan pembakaran fosil-fosil padat yang menimbulkan gas-gas sulfur dan nitrogen, yang kemudian bereaksi dengan air hujan ( Hanafiah K. A, 2004).

Alat dan Bahan

  1. Contoh tanah Grumusol, Regosol, Mediteran, Latosol, Gambut dan Rendzina.
  2. pH stick
  3. pH meter
  4. Aquadest (H2O)
  5. KCL 1N
  6. Botol plastik


Cara Kerja

Cara pH stick

  • pH-H2O

  1. Mengambil 6 contoh tanah segar lapangan yang tersedia kira-kira sebanyak 5 gram dalam botol.
  2. Menambahkan air suling sebanyak 12,5 ml dan aduk sebaik-baiknya (atau dengan perbandingan tanah : air = 2 : 5)
  3. Membiarkan kira-kira selama 15 menit, kemudian aduk lagi.
  4. Memasukkan pH stick dalam larutan jernih.
  5. Mengambil pH stick dan kibas-kibaskan hingga warna kilat air hilang.
  6. Membandingkan warna pH stick dengan warna standar pH yang terdapat pada kotak pH.


  • pH-KCL

  1. Mengulangi langkah A.a dampai A.f tetapi dengan menggunakan larutan KCL 1N


Cara pH meter

  • pH-H2O.

  1. Mengambil contoh tanah segar lapangan sebanyak kira-kira 5 gram dalam botol
  2. Menambahkan air suling sebanyak 12,5 ml dan aduk sebaik-baiknya (atau dengan perbandingan tanah : air = 2 : 5 ).
  3. Membiarkan selama kira-kira 15 menit, kemudian aduk lagi.
  4. Mengukur pH suspensi dengan pengukur pH meter.


  • PH-KCL

  1. Mengulangi langkah A.a. sampai A.f. tetapi dengan penambahan KCL 1N.


Daftar Pustaka

Hanofiah,K.A.2004.Kesuburan dan Pemupukan Tanah.Pustaka Buana.Bandung
Mohr. 1972. Tropical Soils. Net Herlands. Geuze Dordrecht
Agus, Cahyono. 2015. Petunjuk Praktikum Ilmu Tanah Hutan. Fakultas Kehutanan. Yogyakarta

Artikel Terkait

Laporan Praktikum Ilmu Tanah Hutan Reaksi Tanah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Tambahkan Komentar Anda Untuk Meningkatkan Kualita Blog Ini Dengan Cara : Tidak Spam dan Berkatalah yang Sepantasnya.